Sabtu, 17 Agustus 2013 | By: Dolly Oktayana

Merdeka

Asik, indonesia udah 68 tahun merdeka dan setiap tahun foursma selalu mengadakan lomba yang sama, kayak tarik tambang, estafet fun dan kebersihan kelas. Sebenernya lombanya gitu - gitu aja, tapi menurut gue tahun ini punya sensasi yang berbeda. Berkesan aja, dihari kemerdekaan kayak gini kekompakan bener - bener terasa di kelas gue. Semua gabung jadi satu, bareng - bareng bersihin kelas, ngecat ventilasi, saling support yang lomba - lomba. Walaupun waktu kelas XI dulu temennya sama, tapi kelas XII jadi jauh lebih kompak. Keren.

Sekarang kelas gue juga udah ada perkembangan, bisa menangin dua piala dari empat (horeeee). Daripada gak dapet sama sekali dan lumayanlah buat ngehias depan kelas dengan piala - piala baru. Masalahnya, piala yang lama sudah cacat permanen, kepala pialanya telah diamputasi setelah jatuh dari atas meja yang tingginya sekitar 1,5 meter, sungguh mengenaskan nasib piala - piala yang terdahulu. Piala yang baru didapetin itu piala estafet fun sama piala lomba tarik tambang putri.

Perpisahan AT 22

Kejadiannya udah lama banget, udah sampe lupa. Pokoknya waktu itu perpisahan AT 22 yang acaranya disiapin sama angkatan 24. Acaranya sih sederhana, tapi ada makna lain yang gue dapet dari kirs gara - gara acara itu. Makna yang ngerubah pandangan gue ke kirs dari pertama kali gabung sampai sekarang.

Pertama acaranya itu games, terus musik, terus serah terima jabatan. Waktu acara games lumayan seru, gamesnya jalan keroyokan dengan beralaskan dua lembar kerdus yang ukurannya mini banget. Gak tau siapa sebenernya yang ciptain game kayak gini, kerja sama sih terlatih disini, tapi kerdusnya gak sekecil itu juga kali !

Terus acara selanjutnya musik, sebenernya acaranya biasa nyanyi - nyanyi, gitar - gitar, jreng - jreng, tapi jadi absurd pas teja nge-request lagunya ello yang judulnya masih ada. Gak tau apa sebenernya makna lagu ello yang direquest sama teja, tapi waktu itu banyak yang ikut nyanyi bareng dan pecah banget. Seru.

Sabtu, 10 Agustus 2013 | By: Dolly Oktayana

Teman Supernulisan

Temen supernulisan. Gue mau ngebahas beberapa temen gue yang ikut join nulis di blog. Sejauh ini sih ada dua temen gue yang gabung nulis. Gue seneng banget ada temen gue yang ternyata tertarik juga untuk menuangkan pengalaman - pengalaman mereka dalam bentuk tulisan. Ini ibarat di film x-men dan ketika mutan yang satu bertemu dengan mutan yang lainnya dan berkata "kau tidak sendiri". Dan ini akhirnya bisa gue katakan, gue bukan satu - satunya cowok yang suka nulis hal - hal absurd di blog.

Oke, kita langsung saja bahas dua manusia mutan yang terinjeksi kekuatan supernulisan.

Jumat, 09 Agustus 2013 | By: Dolly Oktayana

Makan Selagi Bisa

Wahha, teori yang telah berhasil dibuktikan yaitu 'siswa bukannya butuh libur, tapi yang dibutuhkan adalah hari tanpa belajar', makanya sering anak foursma kalo libur tetep ke sekolah. Tapi kali ini beda, sekolah ngadain acara dimana 'sekolah tanpa belajar' terjadi dan itu seru banget. Tadi sekolah ngadain lomba - lomba dalam rangka saraswati, ada lomba sate, lawar, gebogan, dan yang lainnya. Sebenernya gue sama beberapa temen gue yang lain gak dapet tugas buat ikut lomba, tapi karena kurang armada buat lomba sate, jadi gue dan beberapa temen yang lain ikut bantu - bantu aja. Lumayanlah, gak jadi pengangguran diem di kelas.

Lomba sate dimulai. Dengan kumpulan orang yang memiliki skill minim dalam bertahan hidup, kami adalah kelas yang paling lama bisa nyalain bara api untuk bikin sate. Tapi karena kami memiliki aliansi sangat bagus, yaitu om perpus yang ngebantu kami dalam mebuat bara api, ngelilit sate, dan banyak hal lainnya. Untung banget om perpus mau ngebantu kelas gue, kalo gak, abstrak dah bentuk sate buatan kelas gue. Setelah ditelaah, ternyata kami lambat nyalain bara api karena kami masih terlalu purba. Kelas lain pada make kipas angin listrik dan kelas gue make kipas manual. Seakan akan kelas gue bagaikan flinstone (kalo gak salah gitu tulisannya) yang hidup di tahun 2013. Tapi gue benar - benar merasakan apa yang dirasakan pahlawan perjuangan indonesia, pas kelas gue perang asep sama kelas A5. Mereka mengarahkan kipas angin ke arah kami dan kami dengan indahnya diibombardir asap, dan yang hanya kelas gue bisa lakukan. Balas pake kipas manual. Ini bener - bener kayak belanda jatuhin geranat ke daerah pertahanan dan kita tusuk tu geranat pake bambu runcing. Dan pengguna bambu runcing itu mati dengan indahnya. Iyalah, masa geranat ditusuk, meledaklah.

Kamis, 08 Agustus 2013 | By: Dolly Oktayana

This is My Apple

Libur lebaran, gue yang agama hindu cuma bisa ngucapin selamat hari raya bagi yang menjalani. Libur - libur gini gue udah punya bekel film - film buat ditonton. Salah satunya "you're the apple of my eye". Gue minta dari temen gue, dwipayana. Dia bilang filmnya mengharukan, dan setelah gue tonton endingnya keren banget. Ending film yang memilih happy ever after bukan didapatkan oleh sang tokoh utama, tapi seseorang yang tokoh utama cintai. Gue mau sedikit ngebahas ini karena ada beberapa kemiripan film ini sama kehidupan gue.

Yang pertama, kekonyolan tokoh utama yang bersifat kekanak - kanakan. Dari SMA sampe kuliah, si tokoh utama selalu bersifat kekanakan. Gak bisa dipungkiri, gue juga masih punya sifat childish. Masih suka ngusilin temen, bersikap aneh, dan sebaginya. Menurut gue, kalo sampe sifat childish hilang dari diri lo, maka hidup lo bakalan datar. Karena yang menimbulkan keakraban, canda, tawa adalah sifat childish dalam diri lo. Gue gak pernah liat bapak - bapak bercanda begitu lepas dan terasa sangat akrab, karena sifat childish mereka yang telah memudar. 

Jumat, 02 Agustus 2013 | By: Dolly Oktayana
Kamis, 01 Agustus 2013 | By: Dolly Oktayana

Lucid Dream

Lucid dream, hal yang sangat menarik perhatian gue belakangan ini. Lucid dream adalah mimpi yang bisa dikendalikan oleh si pemimpi. Tapi lucid dream juga bukan tergolong berhayal ataupun berimajinasi. Jadi itulah yang membuat gue tertarik pada lucid dream, dimana lo merasa benar - benar hidup dalam mimpi lo dan lo sendiri menyadari itu hanya mimpi. Tidak seperti mimpi biasanya, dimana lo hanya melihat suatu gambaran yang terjadi, seperti sebuah takdir. Dalam lucid dream lo dapat mengendalikan seutuhnya diri lo sendiri, berbeda dengan mimpi biasa yang hanya menampilkan visualisasi sebuah gambaran. Dalam lucid dream, lo seakan - akan berada pada suatu dimensi yang berbeda dan lo benar - benar hidup didalamnya.

Gue pernah ngalamin lucid dream baru sekali dan itu pun hanya kebetulan. Lucid dream yang gue alamin tentang kejadian bertahan hidup dihutan dengan sekumpulan orang, dimana peraturannya 'membunuh atau dibunuh'. Kejadian ini benar - benar mirip seperti kejadian pada film hunger game. Yang membedakan hanya plot film tersebut yang mengisahkan pada akhirnya sepasang anak muda yang selamat karena rekayasa cinta diantara mereka, susah dijelasin mending tonton aja filmnya. Dalam lucid dream yang gue alamin, gue tidak membunuh siapapun, dan tidak siapapun berhasil membunuh gue. Hal yang terjadi adalah gue menjadi satu - satunya orang yang selamat, karena peserta lain mati karena saling membunuh, keracunan dan kelaparan. Gue saat itu benar - benar merasakan otak gue sendiri yang memerintahkan segala hal yang gue lakukan dalam mimpi tersebut, seperti minum air, bersembunyi, dan lari dari kejaran orang yang ingin membunuh gue.