Minggu, 23 Juni 2013 | By: Dolly Oktayana

Perburuan Bule

Sebelum gue ceritain cerita kali ini, gue mau bilang kalo gue baru pulang dari kibar. Kibar itu apa dan ngapain aja, nanti gue kasik tau di post selanjutnya. Tapi kali ini gue mau cerita tentang gue dan temen - temen gue yang berpetualang ke pantai mencari bule dalam rangka tugas bahasa jerman yang disuruh sama guru gue di sekolah. Tugas ini haruss berisikan foto masing - masing murid bersama seorang bule dan menjelaskan biodata si bule.

Waktu itu gue resa, adi w, agas, adhi k, denny, sama radith berangkat bareng ke pantai sindhu dan memulai perburuan. Kami yang datang ke pantai tersebut sempat terdiam beberapa saat dan bingung harus ngelakuin apaan. Soalnya belom ada bule yang melintas, sekalinya ada bule yang melintas dataengnya kroyokan gitu, langsung berbanyak. Karena jarang bule yang forever alone melintas didepan kami, maka kami memutuskan untuk berjalan mencari bule. Radith yang paling rambo ngomong langsung ke bule, sudah banyak kali ditolak. Gak tau kenapa bule begitu takuk ngelitah radit, mungkin waktu itu radit terlihat seperti sales yang sedang ingin menawarkan produk. Soalnya radit berpakaian kusam dan membawa tas seperti ada barang - barang yang akan ditawarkan didalamnya.

Sabtu, 22 Juni 2013 | By: Dolly Oktayana

Turnamen Futsal

Jeda akhir kelas XI diisi hanya dengan turnamen futsal selama empat hari. Empat hari bagi yang lolos sampai final dan dua hari yang cuma main di penyisihan, yaitu kelas gue. Kelas gue masuk ke grup penyisihan yang bisa dibilang grup neraka. Banyak kelas - kelas lain yang lebih jago dari kelas gue masalahnya. Dari grup ini ada lima tim, dan kelas gue peringkat tiga, sedangkan yang lolos babak selanjutnya cuma dua tim.

Tapi makna dari turnamen futsal ini memang bukan cuma menang atau kalah, tapi kebersamaan anggota satu kelas saling dukung satu sama lain. Kebersamaan waktu itu lebih terasa karena semuanya berkumpul, beda dengan acara - acara kelas lainnya. Biasanya ada banyak orang yang gak mau atau emang gak bisa ikut. Cewek - cewek di kelas gue seakan mebuat sebuah blok - blok. Ini sih bukan dari pengamatan gue, tapi salah satu blok curhat ke gue kalo mereka 'agak' berbentuk blok - blok. Ini freak banget, dimana lo berada di dalam satu kelas dan gak akrab dengan beberapa kumpulan orang. Bukankah seharusnya satu kelas itu bisa tercipta tali persaudaraan ya. Kalian akan semakin akrab satu sama lain karena saking seringnya berkumpul.

Senin, 17 Juni 2013 | By: Dolly Oktayana

Pesta Akhir Kelas XI

Sebenernya bukan pesta, cuma ngasik kejutan buat yulio, ika, sama sitha yang ulang tahunnya selisih satu hari. Dari uang khas dibeliin kue bertuliskan 'happy birthday leviathan' padahal yang ulang tahun cuma bertiga tapi seakan - akan sekelas, ckck. Terus kami nyanyiin lagu selamat ulang tahun, tiup lilin, potong kue, selesai.

Acara terasa flat tanpa pengguyuran dan penabokan dengan kue, karena kata yang beli kue, kuenya enak, mendingan dimakan jangan dipake nabok. Yaudah akhirnya kami pun bagi - bagi kuenya. Hening tercipta, terus radith bawa kamera, yaudah foto - foto, hehe. Ini adalah momen akhir di kelas sebelas, sangat menyenangkan punya kelas yang bisa dibilang cukup solid. Walaupun terkadang kelas terasa renggang satu sama lain, tapi tidak apa - apa.

Perpisahan Angkatan 29

Satu angkatan lagi sudah terlepas dari foursma, dan angkatan yang akan lepas dari foursma selanjutnya adalah angkatan gue. Gak terasa udah dua tahun gue ngerasain masa - masa sma. Sisa satu tahun terakhir yang nantinya juga akan terasa sangat cepat. Banyak yang bilang kalo udah kelas tiga gak bisa main - main lagi, harus betul - betul serius belajar. Tapi semua itu bukan berarti masa kelas tiga menjadi masa yang membosankan. Masih banyak event - event yang akan jauh lebih seru di kelas tiga nanti.

Dan yang pasti kalo udah kelas tiga gak bisa main dota seenak udel kayak sekarang. Kalo sekarang kan masih santai, libur panjang satu bulan yang harus benar - benar dimanfaatkan sebelum mengemban tugas berat nanti (aipeh bahasanya). Lagian dota juga gak cuma dampak negatif aja kok, ada juga dampak positifnya. Gue jadi punya banyak temen, jadi akrab satu sama lain, bahkan kami pun berencana membuat sebuat organisasi berbasiskan dota, walaupun itu hanya hayalan semata.