Senin, 05 Maret 2012 | By: Dolly Oktayana

Apa? Gue Seorang Jumper?

Ini tentang mimpi gue semalam, gue mimpi aneh banget malam itu. Ini pertama kalinya gue mimpi yang sangat berbeda. Mimpi ini berbeda karena di mimpi ini gue jadi seorang 'jumper'. Kalau misalkan baru baca kata - kata jumper jangan berfikir 'seseorang yang diikat kakinya dan kemana - mana dengan cara moloncat' karena penggambaran itu mirip seikat poconggg. Biar asik bacanya, mending tonton dulu film aslinya "Jumper".


Jadi di dalam mimpi gue, gue tetep bernama dolly dan bersekolah di sman 4 denpasar. Jadi gini ceritanya :

Suatu hari. Waktu itu lagi jeda pemsor dan gue jalan berlima dan dua dari lima, cewek. Jelasnya gue gak tau siapa yang waktu itu masuk ke dalam mimpi gue, tapi yang gue inget itu temen gue. Pas lagi mau cari makan siang, kami pun berjalan menyusuri trotoar di depan sekolah. Gue dan dua temen (cowok) gue jalan di belakang, dua temen gue (cewek) jalan di depan. Tiba - tiba gak tau kenapa salah satu temen gue (cewek) jatuh dari trotoar dan tersungkur. Keadaan saat itu benar - benar brutal, karena tiba- tiba melintas mobil dengan kencangnya mengarah ke temen gue itu. Pikiran gue saat itu terfokus banget sama dia, sampai tiba - tiba badan gue berpindah ke tempat dia jatuh, spontan pula gue megang tangannya, dan lagi - lagi gue berpindah tempat dengan cepatnya tapi tempat gue berpindah saat itu di belakang sekolah.

Saat tiba di belakang sekolah gue dan temen gue dalam keadaan berpegangan tangan. Saat melihat tangan kita masih berpegangan tiba - tiba dia melepasnya (sial, tumben megang tangan cewek). Dia kaget melihat gue bisa berpindah tempat dengan cepatnya dan menyelamatkan dia. Satu kata yang dia ucapkan sebelum pergi dari hadapan gue cuma 'makasi'. Mungkin dia berfikir gue aneh, gue bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepatnya.

Sampai saat gue sampai di rumah, gue mencoba buat berpindah dengan cepatnya (jump flash) tapi kali ini gue gagal, gue gak bisa. Keesokan harinya gue sekolah biasa dan gak ada tanda - tanda gejala jump flash saat itu. Keesokan dan keesokan harinya tetap gak ada tanda - tanda gejalar jump flash. Gue sempet berfikir kalau  jump flash saat itu hanya suatu keberuntungan karena mempertaruhnya nyawa seseorang untuk diselamatkan. Gue pun melupakan kejadian saat itu.

Berbulan - bulan setelah kejadian jump flash dalam menyelamatkan temen gue itu, hidup gue kembali normal, sampai suatu malam. Malam itu gue lagi belajar biology ada gambar peternakan gitu, tiba - tiba gue terfokus sama gambar itu dan gue berpindah ke tempat gambar itu berada. Lagi - lagi kejadian jump flash terjadi. Gue tiba - tiba ada di sebuah peternakan yang sama persis dengan yang ada di gambar buku biology gue itu. Gue bener - bener panik saat itu, gue mencoba mengulangi hal yang sama dengan membayangkan bentuk rumah gue, gue fokus. Beberapa kali mencoba, sampai akhirnya gue berhasil, gue berhasil jump flash kembali ke rumah gue. Gue yang waktu itu masih panik langsung lari ke kamar dan langsung tidur (tidur di dalam mimpi, bayangkan coba).

Berhari - hari gue mencoba jump flash dengan cara terfokus pada suatu tempat, dan kali ini gue sering kali berhasil. Gue berlatih jump flash mulai dari jarak yang dekat sampai jarak yang jauh. Beberapa bulan melatih skill jump flash gue, akhirnya gue bisa menguasai jump flash dengan baik dan benar. Setelah berhasil menguasain jump flash, gue pun memanfaatkannya, mulai dari berangkat sekolah sampai naik turun tangga. Tapi waktu gue jump flash, gue memilih tempat yang sepi supaya gak ada orang yang tau tentang jump flash gue ini.

Suatu hari gue penasaran sama markas besar CIA di amerika sana. Gue search di google gambar markas besar CIA, gue terfokus, tiba tiba gue masuk sebuah ruangan yang penuh dengan laci - laci besi yang membentuk sebuah lorong - lorong dan sangat gelap. Gue cukup panik saat itu dan gue jump flash kembali ke rumah. Keesokan harinya gue belajar seperti biasa, di sekolah. Sesaat pelajaran dimulai gue melihat dua orang perempuan bule berpakaian formal berjalan di lorong - lorong kelas gue dan masuk ke kelas gue. Ternyata yang mereka cari adalah gue, gue kaget, guru gue kaget, seisi kelas kaget saat mereka mengatakan bahwa mereka dikirim CIA untuk mencari gue. Saat itu gue terdiam dan mau mengikuti mereka, gue pun ijin keluar kelas sebentar ke guru gue. Saat di luar, salah satu dari mereka memperlihatkan gue sebuah video yang berisi rekaman saat gue memasuki salah satu ruangan di markas besar CIA secara cepatnya. Mereka juga melihatkan data - data orang yang memiliki kemampuan jump flash kepada gue, dan mereka bilang bahwa gue adalah satu dari empat orang di dunia yang memiliki kemampuan jump flash. Gue sangat panik saat tau kalau mereka mengetahui gue masuk ke dalam ruangan itu dengan jump flash.

Keesokan harinya mereka kembali dan membawa kabar buruk kepada gue. Kabar buruknya berisi bahwa para paladins (pemburu jumper karena fanatik pada tuhan dan percaya yang dapat berpindah tempat kapan saja dan dimana saja hanyalah tuhan) telah mengetahui keberadaan gue dan kemampuan jump flash gue tersebut. Mereka mengatakan  bahwa keadaan gue dalam bahaya, karena para paladins memiliki teknologi yang sangat canggih dan pindar dalam menghilangkan barang bukti sehingga pembunuhan mereka pada para jumper tidak dapat dituntut secara hukum. Pada akhirnya mereka pun mengajak gue untuk ikut dengan mereka dengan tujuan menjaga keselamatan gue dari para paladins. Saat itu gue sempat mencurigai mereka bahwa merekalah paladins yang sesungguhnya. Gue pun mengiyakan ajakan mereka dan mengatakan akan ikut dengan mereka.

Keesokan harinya mereka datang kembali ke sekolah gue, dan yang sangat gue bingungkan kenapa mereka berdua selalu membawa dua buah tas hitam yang berukuran cukup besar setiap kali bertemu dengan gue. Gue benar - benar mencurigai tas itu, sampai - sampai gue berpura - pura memasukan topi kedalamnya untuk melihat apa isi kedua tas itu. Saat gue dengan cepatnya memasukan topi dan membuka tas itu, ternyata isinya adalah sebuah kotak besi yang bertuliskan tegangan 100volt. Gue kaget saat itu dan yang ada di pikiran gue hanyalah bahwa merekalah paladins yang sebenarnya. Gue panik dan langsung jump flash ke dalam kelas gue, mereka lalu mengejar gue, karena panik gue gak bisa terfokus kepada suatu objek tempat tujuan gue. Mereka berhasil menyusul gue ke kelas dan menembakan sebuah tali kawat, gue pun kena dan ternyata kawat itu dialiri 100volt listrik yang membuat pikiran gue kacau. Efek dari aliran listrik itu juga membuat gue menjadi tidak fokus pada suatu objek tempat dan gak bisa jump flash. Gue yang terikat di pojokan ruangan langsung di bawa pergi, teman dan guru gue yang sedang mengajar hanya terdiam kaget atas penyerangan itu.

Saat gue tersadar, tiba - tiba gue berada di dalam suatu ruangan dengan keadaan tangan diborgol besi yang dialiri listrik. Gue terhenyang dan tidak dapat berbuat apa - apa, bahkan gue tidak dapat jump flash dalam keadaan tangan dialiri listrik. Beberapa saat kemudian datanglah sekumpulan orang kira - kira berjumlah empat belas. Salah satu dari mereka (mungkin ketuanya) berbicara ke gue "tidak ada orang yang memiliki kemampuan untuk berpindah tempat kapan saja dan dimana saja, kecuali tuhan", lalu dia bilang lagi "sebentar lagi, orang itu akan pergi menghilang". Gue berfikir dia akan menghabisi pada jumper di dunia ini. Saat dia dan sekumpulan paladins lainnya pergi, datanglah dua orang perempuan yang menangkap gue saat itu. Mereka meminta maaf ke gue karena telah menangkapnya dan mereka mengatakan sesuatu "sebenarnya kami sudah ingin keluar dari kelompok paladins, kami sadar bahwa jump flash merupakan anugrah dari tuhan". Setelah mereka mengatakan itu, mereka menyalamatkan gue dan melepas borgol yang berisi aliran listrik tersebut. Beberapa saat kemuadian alarm berbunyi dan paladins lainnya datang, spontan gue menggenggam tangan mereka berdua dan jump flash ke tempat yang sangat jauh dari sana, yaitu hawai.

Setelah sampai di hawai, tepatnya di pantainya, mereka meminta maaf kembali. Mereka mengatakan bahwa mereka ingin tinggal di bali bersama dengan gue, karena bereka khawatir akan paladins lainnya yang marah akan penghianatan mereka. Akhirnya gue mengajak mereka jump flash ke salah satu kost-kost an yang merek bisa tempati dan gue tetap tinggal di rumah gue. Gue selalu mengecek keadaan mereka, apakah mereka aman dari ancaman paladins lainnya atau tidak. Karena seringnya gue berinteraksi dengan mereka, akhirnya kami berteman baik, gue sebagai jumper dan mereka sebagai teman jumper yang cukup berbahaya dari ancaman para paladins.

Seinget gue sih mimpinya segitu aja, gue langsung terbangun dan kaget kalau itu cuma mimpi. Saat itu semuanya tampak begitu nyata, saat di sekolah, jump flash, wow, kayak real banget. Oiya ini cuma mimpi, jadi jangan di permasalahkan isinya, karena 'i write what i dream'. Dan mungkin dua orang paladins yang malah menjadi temen jumper (gue) itu bisa dibilang mirip ini :

1. Liv Tyler (incredible hulk)












2. Mary Elizabeth (final destination3)

2 komentar:

fshesyllm.blogspot.com mengatakan...

kalo menurut gue, mimpi yang lo buat itu cuma sekedar karangan aja. karena kebanyakan orang hanya bisa mengingat mimpi mereka ketika mereka bangun dari tempat tidur dan sesudahnya mereka ga mengingat lagi kejadian apa yang mereka mimpikan. dan menurut gue kalo emg mimpi lo itu bukan karangan yaa mungkin bisa jadi lo itu korban film karna lo jg pasti tau jumper dari film "jumper" bukan? dan kalo pun itu bener-bener mimpi,berarti lo bisa mengendalikan mimpi lo itu. kalo lo ngerti apa mksdnya "mengendalikan mimpi" itu sama aja kyk di film insidious dan beberapa orang ada yang bisa ngelakuin dan ada yg engga. sorry bukannya nge judge atau apa, gue cuma mengeluarkan pendapat gue aja.

nana mengatakan...

Itu namanya spiral mimpi. Kamu mengalami mimpi yg berlevel. Pernah nonton inception? Aku sering mengalami spiral mimpi. Dan baru tau namanya setelah ada film inception itu.
Secara teori memang seharusnya manusia hanya ingat sesaat mimpi2 nya. Tapi memang ada sebagian manusia yg bisa mengingat dengan detail mimpi2 nya. Saya sendiri setiap tidur pasti bermimpi. Dan bisa mengingat secata detail: bahkan mimpi saya sejal kecil juga ada banyak yg masih inget smapai sekarang. Tapi kalau mimpinya g berarti, g usah d pikirkan dan diingat.

Posting Komentar